Selasa, 26 Februari 2019

INDONESIA DARURAT PERSATUAN!

Pernahkah kamu memilih ketua osis pada saat pilkasis disekolah?
Pastinya!
Apakah pilihanmu sama dengan pilihan teman atau sahabatmu?
Mungkin, karena keinginan akan visi dan misi untuk masa depan yang lebih baik.
Apakah saat berbeda pilihan dengan temanmu, kalian bertengkar?
Tentu tidakkan? Karena kalian para pelajar paham betul dengan 'Asas Pemilu'
yaitu "LUBER JURDIL : Langsung, Umum, Bebas, Rahasia,Jujur dan Adil"

Namun Pilkasis tidak serumit seperti Pilpres.
Banyak kasus tentang perbedaan pilihan presiden berujung pertengkaran, perpisahan antara suami istri bahkan ada yang berujung dengan kematian.

Bukankah orang yang dapat mengikuti Pemilu adalah orang yang sudah dewasa?
bersyarat harus diatas 17 tahun atau sudah memiliki KTP?
Lalu kenapa hanya karena berbeda pilihan banyak yang menjadi korban?
Itukah yang disebut sebagai 'dewasa'?

Jika seperti ini terus, Indonesia akan mengalami darurat persatuan!

Tidakkah kita berpikir, event 5 tahunan sekali ini selalu membuat perpecahan dengan saudara sendiri?
Tidakkah kita belajar dari pengalaman 5 tahun yang lalu?
Jika kita memang berbeda pilihan, haruskah kita memutuskan silaturahim dengan sanak keluarga kita yang lain?

Bukankah perbedaan itu ada untuk berdampingan? 

Mari kita menghargai semua pendapat yang berbeda.
Menyudahi semua pertengkaran hanya karena berbeda pilihan.
Ingatlah makna dari semboyan Indonesia "Bhinneka Tunggal Ika"
yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu"

Generasi muda sekarang ini cepat mencontoh apa yang dilakukan oleh lingkungan sekitarnya.
Jika kebencian yang disebarkan maka mereka tumbuh dengan rasa benci yang tinggi.
Juga sebaliknya, jika kasih sayang dan juga cinta yang disebarkan maka mereka akan tumbuh dengan penuh kasih sayang dan cinta yang besar pula.

Spread Love, No Hate

Tidak ada komentar:

Posting Komentar